laki laki yang saat ini pernah bersamaku emang bukan laki laki yang sempurna gak romantis, ga peka tapi dia yang terbaik dan palling terbaik dalam mengerti keadaan aku dia punya jiwa besar dan punya rasa sabar yang sangat banyak untuk menghadapi perempuan pemarah seperti aku dia juga bukan hanya orang yang memberikan aku rasa senang tapi juga rasa tenang tidak pernah sedikitpun aku menyesal sudah memilih dia mungkin ini bukan perihal hubungan yang akan selalu berjalan baik tapi juga buruk tapi dia selalu mengingat betapa indahnya mencintai orang yang mengerti egoku terimakasih yah kamu sudah mau jadi rumah tempat aku singgah
aku tak pernah menyesali melewati hari hari bersamanya aku juga tak pernah bosan untuk menghabiskan waktu dengannya bagiku, hari dan waktu yang dilalui bersama selalu punya tempat dan ruang agar dapat dikenang selamanya...... aku pikir, aku adalah wanita bahagia yang mendapat semua ketulusan darinya aku pikir, dia orang yang paling tulus mencintaiku aku pikir, kami adalah ungkapan yang tepat namun kini, aku salah, aku terlalu banyak berfikir memikirkan hal yang indah indah saja namun tidak untuk hal yang buruk ada kisah yang tak bisa diungkapkan secara jelas aku terjatuh, kamu juga terjatuh. entah tentang keegoisan masing-masing atau tentang yang lain aku memaafkannya, aku mengikhlaskannya, aku rasa dia juga memaafkan dan mengikhlaskan ku mungkin kini bahagia bukan untuk kami, aku ataupun dia jalan yang baru mungkin akan segera dilewati cerita indah yang baru kini telah menanti.... Terimakasih cinta, atas kehadiranmu lalu mengisi hati
Hari ini. Masih saja terbersit tentang mu. Aku seperti kehabisan kata-kata. Tuk menjelaskan segalanya. Kadang aku kalah. Disaat aku telah berhasil melupakan mu. Tetapi, rindu telah memenangkan segalanya. Datang dengan sendirinya. Dan pergi tanpa memberi kata pamit. Begitulah. Aku seperti tersiksa untuk melakukannya. Mungkin karena aku harus melawan inginku. Agar tak begitu mengingat segalanya. Bagaimana aku bisa jatuh hati kepadamu. Kadang aku sudah melakukan hal-hal yang mungkin bisa mengurangi rasa sesak di dada. Menutup mata seolah-olah buta. Menutup telinga seolah-olah tuli. Menutup mulut seolah-olah bisu. Aku seperti tak ingin tahu ada apa denganmu. Menganggapmu tak begitu penting dikehidupanku. Mungkin apa yang aku lakukan ini dimatamu adalah hal terjahat yang pernah ku lakukan. Namun percayalah. Aku juga tak ingin larut seperti ini. Terlalu lama merasakan pahitnya ketika aku tersadar bahwa aku sedang memiliki rasa yang tak biasa. Dan ini adalah hal egois...
Comments
Post a Comment