KOMUNIKASI MASSA
A. PENGERTIAN
KOMUNIKASI MASSA.
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi
melalui media massa, misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi, atau film.
Komunikasi massa adalah sebagai keterampilan, sebagai seni, dan sebagai ilmu.
Ia adalah keterampilan dalam pengertian bahwa ia meliputi teknik-teknik fundamental
tertentu yang dapat di peljari. Ia adalah seni dalam pengertian bahwa ia
meliputi tantangan-tantangan kreatif. Ia adalah ilmu dalam pengetauan bahwa ia
meliputi prinsip-prinsip tentang bagaimana berlangsungnya komuniksi yang dapat
dikukuh dan dipergunakan untuk membuat bergabai hal menjadi lebih baik.
Seperti dikatakan oleh Severin dan Tankard,Jr. komunikasi
massa itu adlah keterampilan, seni, dan ilmu, dikaitkan dengan pendapat devito
bahwa komunikasi massa itu ditunjukkan kepada massa dengan melalui media massa
dibandingkan dengan jenis-jenis komunikasi lainnya.
B. CIRI-CIRI
KOMUNIKASI MASSA
1. Komunikasi
massa Berlangsung Satu Arah
Berbeda dengan komunikasi
antarpersonal yang berlangsung dua arah , komunikasi massa berlangsung satu
arah. Ini berarti bahwa tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada
komunikator. Dengan kata lain wartawan sebagai komunikator tidak mengetahui
tanggapan para pembacanya terhadap pesan ataupun yang disiarkannya itu.
Sebagai kosenkuensi dari situasi
komunikasi seperti itu, komunikator pada pada komunikasi harus melakukan
perencanaan dan persiapan sedemikiannya kepada kmunikan harus komunikatif dalam
arti kata dapat diterima secara inderawidan secra rohani pada satu kali
penyiaran.
2. Komunikator
Pada Komunikasi Massa Melembaga
Media massa sebagai saluran
komunikasi massa merupakan lembag, yakni suatu institusi atau organisasi. Oleh
karena itu, komunikatornya melembaga atau dalam bahasa asing disebut institutionalized
communicator atau organized communicator.
Komunikaor pada komunikasi massa,
misalnya wartawan surat kabar atau penyiar televise karena media yang
dipergunakannya sebagai suatu lembaga dalam myebarluaskan pesan komunikasinya
bertindak atas nama lembaga, sejalan dengan kebijaksanaan surat kabar dan
stasion televise yang di wakilinya. Ia tidak mempunya kebebasan individual.
Ungkapan seperti kebebasan mengemukakan pendapat merupakan kebebasan terbatasi.
3. Pesan
Pada Komunikasi Massa Bersifat Umum
Pesan yang disebarkan melalui
media massa bersifat umum karena ditujukan kepada umum dan mengenai kepentinga
umum. Jadi tidak ditujukan kepada perseorang pun atau kepada sekelompok
tertentu.
Media massa tidak akan menyiarkan
satu pesan yang tdak menyangkut kepentingan umum. Media massa aka menyiarkan
berita mengenai seorang menteri yang meresmikan sebuah proyek pembangunan,
tetapi tidak akan menyiarkan berita seorang menteri yang menyelenggaran kan
khitanan anaknya.
4. Media
Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan
Ciri lain dari media massa adalah kemampuannya
untuk menimbulkan keserampakan pada pihak khalayak dalam menerima pesan pesan
yang disebarkan. Hal ini lah merupakan cirri paling hakiki dibandingkan dengan
media komunikasi lainnya. Bandingkan misalnya poster atau papan pengumuman dengan
radio siaran yang sama-sama merupakan media komunikasi. Poster dan papan
pengumuman adalah media komunikasi, tetapi bukan media komunikasi massa sebab
tidak mengandug cirri keserempakan, sedangkan radio siaran adalah media
komunikasi massa disebabkan oleh cirri keserempakan yang dikandungnya.
5. Komunikan
Komunikasi Massa Bersifat Heterogen
Komunikasi atau khalayak yang merupakan kumpulan anggota
masyarakat yang terlibat dalam proses komunikasi massa sebagai sasaran yang
dituju komunikator bersifat heterogen. Hampr semua surat kabar, radio, dan
televise menyajikan rubric atau acara yang secara khusus di peruntukkan bagi
anak-anak, remaja, dan dewasa.
Demikian cirri-ciri dengan menggunakan media massa untuk
membndingkan dengan komunikasi yang memakai media nirmassa. Pada akhirnya
penggunaan media massa dan media nirmassa itu saling mengisi pengoprasiannya,
baik secara nasional maupun secara internasioanl. Hal ini erat sekali kaitannya
dengan model komunikasi multitahap (multistep flow communication) yang telah di
singgung dimuka. Dalam hubungan inilah pula penting nya strategi komunikasi.
C. FUNGSI
KOMUNIKASI MASSA
Di muka telah ditegaskan bahwa komunikasi massa disini
diartikan komunikasi massa modern dengan media massa sebagai saluran nya.
Perkembangan masyarakar yang dipacu oleh kemajuan teknologi komunikasi yang
semakin caggih menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap kemekaran media massa,
tetapi di lain pihak secara timbale balik ini menimbulkan dampak yang teramat
kuat pula terhadap masyarakat.
Harold D.Laswell, pakar komunikasi terkenal yang namanya
pernah disebut dimuka, juga telah menampilkan pendapatnya mengenai fungsi
komunikasi itu. Dikatakan nya bahwa proses komunikasi di masyarakat menunjukan
3 fungsi:
a) Pengamatan terhadap
lingkungan, penyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi nilai
masyarakat dan bagian-bagian unsure didalam nya.
b) Korelasi unsure-unsur
masyarakat ketika menanggapi lingkungan.
c) Penyebaran warisan
sosial. Disini berperan para pendidik, baik dalam kehidupan rumah tangganya
maupun disekolah, yang meneruskan warisan sosial kepada keturunan berikutnya.
Berikut adalah fungsi-fungsi komunikasi massa:
1) Pengawasan
(surveillance)
Dikatakan nya bahwa pengawasan mengacu kepada yang kita
kenal sebagai peranan berita dan informai dari media massa. Fungsi pengawasan
dapat dibagi menjadi 2 jenis:
· Pengawasan
peringatan, pengawsan jenis ini terjadi jika media menyampaikan informasi
kepada kita mengenai ancaman taufan, letusan gunung api, kondisi ekonomi yang
mengalami depresi, meningkatnya inflasi atau serangan militer. Pengawasan
instrumental, pengawasan ini berkaitan dengan penyebaran informasi yang berguna
bagi kehidupan sehari-hari.
2) Interprestasi
( interpretation)
Yang erat sekali kaitannya dengan fungsi pengawsan adalah
fungsi interpretasi. Media massa tidak hanya menyajikan fakta dan data, tetapi
juga informasi beserta interpretasi mengenai suatu peristiwa tertentu.
3) Hubungan
( linkage)
Media massa mampu menghubungakan unsur-unsur yang terdapat
di dalam masyarakat yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh saluran
perseorangan.
4) Sosialisasi
Sosialisasi merupakan transmisi nilai-nilai yang mengacu
kepada cara-cara dimana seseorang mengadopsi perilaku dan nilai-nilai dari
suatu kelompok media massa menyajikan penggambaran masyarakat dan dengan
membaca, mendengar, menonton. Maka seseorang memperlajari bagaimana khlayak
berprilaku dan nilai-nilai apa yang penting.
5) Hiburan
(intertaiment)
Hiburan memrupakan fungsi media massa. Mengenai hal ini
memang jelas tampak pada televisi, film, dan rekamana suara.
Dengan demikianlah fungsi-fungsi komunkasi massa. Jelas
kiranya bahwa pernyataan mengenai fungsi komunikasi massa di masyarakat akan
sejajar denga pernyataan mengenai bagaimana fungsi media pada taraf individual.
Dari paparan di atas, fungsi-fungsi komunikasi dan
komunikasi massa yang begitu banyak itu dapat di sederhanakan jadi 4 fungsi
saja, yakni :
· Menyampaikan
informasi ( to inform)
· Mendidik
( to educate)
· Menghibur
( to entertaint)
· Mempengaruhi
( to influence)
D. KONSEP
KOMUNIKASI MASSA
Terdiri dari sekelompok
masyarakat dalam jumlah yang sangat besar, yang menyebar dimana-mana dan satu
dengan lainnya tidak saling mengenal atau pernah bertemu atau berhubungan
secara personal.
Jumlah massa yang besar
menyebabkan massa tidak dapat dibedakan satu dengan lainnya. Misalnya penonton
RCTI dengan Anteve. Karenanya konsep massa dari segmentasi sulit
diprediksi dengan angka-angka pasti (akurat).
Karena jumlah yang besar maka
massa juga sukar diorganisir. Jumlah massa yang besar itu cenderung
bergerak sendiri-sendiri berdasarkan sel-sel massa yang dapat dikendalikan oleh
orang-orang dalam sel itu. Gerakan-gerakan massa akan semakin besar
apabila sel-sel itu bertemu dan bergerak berdasarkan kondisi sesaat yang
terjadi di lapangan. Interaksi yang terjadi biasanya bersifat emosional.
Massa merupakan refleksi dari kehidupan sosial secara luas.
Setiap bentuk kehidupan sosial merefleksikan suatu kondisi masyarakat secara
keseluruhan.
E. PROSES
KOMUNIKASI MASSA
Komunikasi massa dalam prosesnya
melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks dan rumit. Menurut McQuail
(1999) proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk:
Melakukan distribusi dan
penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses komunikasi massa melakukan
distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala yang besar, sekali siaran atau
pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas dan besar.
Proses komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model
satu arah yaitu dari komunikator kepada komunikan atau media kepada
khalayak. Interaksi yang terjadi sifatnya terbatas.
Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris antara
komunikator dengan komunikan. Ini menyebabkan komunikasi antara mereka
berlangsung datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi sensasi emosional
sifatnya sementara dan tidak permanen.
Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal
atau non pribadi dan anonim.
Proses komunikasi massa juga berlangsung didasarkan
pada hubungan kebutuhan-kebutuhan di masyarakat. Misalnya program akan
ditentukan oleh apa yang dibutuhkan pemirsa. Dengan demikian media massa
juga ditentukan oleh rating yaitu ukuran di mana suatu program di jam yang sama
di tonton oleh sejumlah khalayak massa.
F. EFEK
KOMUNIKASI MASSA
Menurut Steven A. Chafee, komunikasi masa memiliki efek-efek
berikut terhadap individu:
· Efek
ekonomis: menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi (contoh: dengan adanya
industri media massa membuka lowongan pekerjaan)
· Efek
sosial: menunjukkan status (contoh: seseorang kadang-kadang dinilai dari media
massa yang ia baca, seperti surat kabar pos kota memiliki pembaca berbeda
dibandingkan dengan pembaca surat kabar Kompas.
· Efek
penjadwalan kegiatan
· Efek
penyaluran/ penghilang perasaan
· Efek
perasaan terhadap jenis media
Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek:
· Conversi,
yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak
diinginkan.
· Memperlancar
atau malah mencegah perubahan
Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi)
yang ada.
Comments
Post a Comment