Hari hari yang lewat
angin nyaris tak sempat menuliskan kata
bagi orang yang terbunuh di jalanan
sosok bayangan yang mengerang panjang
seperti sekarat daun-daun. Kita tak lagi bisa
berduka pada teriakan parau jalan raya
kecuali igauan yang menguap ke udara
dan sekarang hari seperti akan lewat
tanpa keluhan. Tanpa warna merah
di almanak dan upacara bendera setengah tiang
di kamar kita memang selalu berdekapan
menjilati seluruh perjalanan dan kenangan
di bawah lampu neon pinggir jalan
kutemukan diriku mengunyah kemuraman. Meraba jantung yang kian berdebar-debar
Comments
Post a Comment